Minggu, 13 Desember 2009

kenapa humas harus menulis??

Panduan Menulis Humas
Kenapa Humas Menulis?

Kemampuan humas untuk menulis memperoleh tempatnya dewasa ini sejalan dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan berbagai saluran informasi. Olehnya maka praktisi humas pun dituntut untuk semakin jeli melihat saluran-saluran informasi tersebut dengan memasukkan kemampuan menulis dalam skill yang harus dimiliki oleh praktisi humas. Lalu kenapa praktisi humas harus menulis? dan hal apa saja yang harus dicapai oleh tulisan tulisan humas tersebut?


Hubungan Masyarakat atau public relation diterjemahkan oleh wikipedia sebagai "Public relations (PR) deals with influencing public opinion, through the presentation of a client's image, message, or product". Humas atau PR, pada dasarnya merupakan lembaga yang menjadi penghubung organisasi dan masyarakat. Sebagai penghubung tentu saja ia menjadi sarana komunikasi antara perusahaan/lembaga dengan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media massa.
McDevitt (1996: 270) mengatakan, “Media cukup efektif dalam membangun kesadaran warga mengenai suatu masalah (isu).” Peran media massa sebagai pembentuk opini publik inilah yang coba dimanfaatkan oleh Humas.
Humas dan Pers, walaupun memiliki peran sebagai penyampai informasi, tetap memiliki perbedaan mendasar. Pers harus bersifat independent dan melihat dalam kacamata masyarakat, sedangkan Humas justru bersifat dependent terhadap badan yang diwakilinya dan melihat dalam kacamata badan tempat ia bekerja, sehingga pers sering menempatkan Humas bukan sebagai narasumber primer.
Akibatnya, seringkali keterangan Humas sering dipahami sepotong-potong oleh pembaca, terutama jika diliput oleh pers yang kurang profesional. Padahal sebagai Humas yang baik, ia dituntut untuk memberikan keterangan dengan baik dan bijak dan ditunjang kemampuan memahami dengan baik masalah yang disampaikannya.
Kondisi ini terjadi karena pers pada dasarnya dibatasi oleh ruang yang terbatas, nilai berita, dan kepentingan pers itu sendiri, yang seringkali berseberangan dengan keinginan apa yang ingin disampaikan Humas kepada publiknya. Ruang yang terbatas membuat Humas tidak leluasa untuk menjelaskan banyak hal. Sehingga dibutuhkan kemampuan khusus untuk mengarahkan wartawan menulis sesuai dengan subtansi yang ingin disampaikan oleh Humas. Selain itu tidak semua informasi yang disampaikan humas memiliki nilai berita. Sehingga wartawan jelas tidak akan memuatnya. Padahal dalam beberapa hal, humas membutuhkan hal tersebut segera dipublikasikan. Dan yang terakhir bahwa tidak semua informasi yang ingin disampaikan humas sejalan dengan keinginan pihak pers.
Untuk menjembatani kondisi ini, Humas harus memiliki kemapuan menulis, serta memiliki pemahaman akan berita, sehingga ia bisa leluasa memberikan pemahaman kepada pembaca dengan luwes dan bijak. Dengan pemahaman berita juga memungkinkan Humas membuat tulisan yang sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan sebuah media.
Kemampuan menulis tidak hanya untuk mengirim tulisan ke sebuah media massa. Tapi juga untuk menerbitkan sendiri tulisan itu. Baik beruapa media internal maupun berupa brosur.
Pada dasarnya beberapa tulisan yang bisa dibuat oleh praktisi Humas untuk kepentingan penerbitan melalui media massa antara lain:
- Surat pembaca
- Press release
- Lembar fakta
- Artikel dan Feature

Sedangkan untuk penerbitan sendiri, praktisi humas bisa membuat
- Media internal
- Brosur
- Dll

Pada dasarnya, tujuan humas menulis antara lain:
1. Saluran komunikasi. Humas membutuhkan berbagai saluran komunikasi untuk memberikan informasi kepada publik tentang sebuah masalah atau sebuah produk. Dengan menulis maka informasi itu akan tersampaikan dengan lebih efektif karena informasi yang disampaikan secara tertulis lebih sistematis, lebih tahan lama, dan lebih mudah dipahami dibandingkan dengan informasi lisan.
2. Membentuk opini publik. Dalam beberapa hal, informasi yang disajikan tidak hanya sekedar untuk memberi tahu, melainkan ada sebuah pola tindak yang berubah dari publik setelah mengetahui penjelasan humas.

Kemampuan humas untuk menulis memperoleh tempatnya dewasa ini sejalan dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan berbagai saluran informasi. Olehnya maka praktisi humas pun dituntut untuk semakin jeli melihat saluran-saluran informasi tersebut dengan memasukkan kemampuan menulis dalam skill yang harus dimiliki oleh praktisi humas.

2 komentar:

  1. ketika sebuah tulisan menjadi sangat penting maknanya..

    BalasHapus
  2. artikelnya bagus... kembangkan terus bakat Anda... akan lebih bagus dan menjadi ilmiah kalo disebutkan sumber referensinya....

    BalasHapus