Kamis, 17 Desember 2009

menjadi PR yang efektif

Menjadi public relation officer tuh gampang – gampang susah. Saya lagi baca buku bagus. Berikut ini sedikit nukilan buku bertajuk Effective Public Relations karya keroyokan Scott M Cutlip, Allen H Center, dan Glen M Broom yang diterbitkan oleh Pearson Education Inc, tahun 2006.

Jadi tugas PR itu ringkasannya begini :


Menulis dan mengedit : menyusun rilis berita dalam bentuk cetak atau siaran, cerita feature, newsletter, untuk karyawan atau stakeholder eksternal, pidato, brosur, film dan script slide show, artikel publikasi perdagangan, iklan institusional, dan mater-matei pendukung lainnya.

Hubungan dan penempatan media : mengontak media koran, majalah, suplemen mingguan, penulis freelance, dan publikasi perdagangan agar mereka memublikasikan atau menyiarkan berita dan feature tentang organisasi yang ditulis oleh organisasi itu sendiri atau oleh orang lain. Merespons permintaan informasi oleh media, memverifikasi berita, dan membuka kases ke sumber otoritatif.

Riset : mengumpulkan informasi tentang opini publik, tren, isu yang sedang muncul, iklim politik, dan perundang-undangan, liputan media, opini kelompok kepentingan, dan pandangan-pandangan lain berkenaan dengan stakeholder organisasi. Mencari database di internet, jasa online, dan data pemerintah elektronik. Mendesain riset program, melakukan survey dan menyewa perusahaan riset.
Manajemen dan administrasi : pemrograman dan perencanaan dengan bekerja sama dengan manajer lain; menentukan kebutuhan, menentukan prioritas, mendefinisikan publik, seting dan tujuan, dan mengembangkan strategi dan taktik. Menata personil, anggaran dan jadwal program.

Konseling : memberi saran kepada manajemendalam masalah sosial, politik dan peraturan berkonsultasi dg tim manajemen tentang cara menghindari dan merespons krisis; dan bekerja bersama pembuat keputusan kunci untuk menyusun strategi mengelola atau merespons isu-isu sensitif dan kritis.

Acara spesial : mengatur dan mengelola konferensi pers, lomba lari 10K, konvensi, open house, pemotongan pita, grand opening, perayaan ulang tahun, acara pengumpulan dana, mengunjungi tokoh terkemuka, mengadakan kontes, program penghargaan dan kegiatan khusus lainnya.

Pidato : tampil di depan kelompok, melatih orang untuk memberikan kata sambutan, dan mengelola juru bicara untuk menjelaskan platform organisasi di depan audience penting.

Produksi : membuat saluran komunikasi dengan menggunakan keahlian dan pengetahuan multimedia, termasuk seni, tipografi, tata letak, dan computer desktop publishing, perekaman audio dan video dan editing; dan menyiapkan presentasi audiovisual.

Training : mempersiapkan eksekutif dan juru bicara lain untuk menghadapi media dan tampil di hadapan publik. Memberi petunjuk kepada orang lain di dalam organisasi untuk meningkatkan keahlian menulis dan berkomunikasi. Membantu memperkenalkan perubahan dalam kultur, kebijakan, struktur, dan proses organisasional.

Kontak : berfungsi sebagai penghubung (liaison)dengan media, komunitas, dan kelompok internal dan eksternal lainnya. Sebagai mediator antara organisasi dan stakeholder penting dengan bertugas mendengarkan pandangan, menegosiasikan, mengelola konflik, dan menjalin kesepakatan. Sebagai tuan rumah dengan melakukan pertemuan dan jamuan untuk tamu dan pengunjung.





Meskipun berada di urutan terakhir, yakni tugas menjalin hubungan baik dengan orang lain, namun seringkali tugas inilah yang pertama kali dikaitkan dengan bidang PR. Memang orang – orang di bidang PR seringkali harus menghadapi problem orang dan menangani hubungan yang sensitif. Tetapi adalah keliru jika kita hanya membatasi pekerjaan PR semata pada pandangan stereotype ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar